Regulasi anyar dari PSSI terkait pengetatan pengeluaran anggaran setiap tim maksimal hanya boleh mengeluarkan Rp7,8 Miliar untuk belanja pemain tak berpengaruh bagi Persiba Bantul. Jawara Divisi Utama Divisi Utama 2010/11 dalam posisi aman karena sudah memenuhi ketentuan tersebut.
Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo mengatakan, Laskar Sultan Agung, julukan Persiba sejak awal sudah menjalankan pengetatan pengeluaran. Manajemen bahkan sampai harus memotong separo nilai kontrak demi regulasi financial fair play yang ditetapkan PSSI.
"Jadi kalau kemudian PSSI memutuskan hanya boleh maksimal Rp7,8 M untuk belanja pemain dari total Rp12 M, buat Persiba tidak berpengaruh. Posisi kita aman, karena sejak awal sesuai instruksi ketua umum kita membuat pengetatan anggaran," kata Wikan, Senin (21/1).
Menurutnya, saat ini Persiba sudah del dengan 18 pemain termasuk legion asing Marcio Souza. Namun, nominal rupiah yang dikeluarkan tidak sampai separuh dari regulasi yang ditetapkan. Tak hanya itu, Wikan yakin jika rencana 25 pemain sudah terpenuhi pun anggaran yang dikeluarkan tidak sampai batas maksimun yang ditetapkan.
"Kita memang sudah berhati-hati sejak awal, apalagi kondisinya tidak terlalu menguntungkan. Walau pun sebenarnya, regulasi ini bulan regulasi baru karena sejak kami masih main di Divisi Utama pun sudah ada. Haya memang saat itu belum dijalankan," katanya.
Pria plontos ini mengakui, bagian sebagian tim yang akan berlaga di Indonesia Premier League (IPL), pembatasan anggaran belanja pemain cukup merugikan. Terutama bagi tim yang sudah mengontrak pemain sejak jauh hari. Karena itu, menurut dia, semestinya ada toleransi jika akhirnya tim memilih mengabaikan ketentuan itu.
Ancaman sanksi pemotongan 3-9 jika klub tetap membangkang, lanjut dia, tidak dapat serta merta diimplementasikan. PSSI seharusnya bijak sebelum nantinya sanksi benar-benar diterapkan. Terlebih, keputusan ini dinilai cukup mendadak bagi peserta IPL.
"Awalnya kan haya ada regulasi bahwa tim harus punya Rp12 M untuk bisa berkompetisi di IPL. Kalau kemudian ada regulasi baru berupa pembatasan belanja pemain, saya kita tidak bisa begitu saja dijalankan berikut sanksinya.Lagi pula kami juga belum menerima surat resminya,"ujarnya.
"Kami rasa ini regulasi yang cukup bagus agar klub bisa mengontrol keuangannya. Lagi pula tidak semua klub memiliki kemampuan anggaran memadai. Sehingga memalui pembatasan ini setidaknya ada pemerataan," tambah Manajer Persiba, Briyanto AS.
Kabar terbaru yang beredar menyebutkan, setiap peserta IPL hanya diperbolehkan merogoh kocek hingga Rp7,8 untuk belanja pemain dari Rp12 M dana yang harus dimiliki. Sisa belanja pemain digunakan untuk biaya operasional. Klub yang tidak menjalankan aturan ini diancam pengurangan poin mulai 3 hingga 9 poin.
Sumber:Anda sedang membaca artikel tentang
Belanja dibatasi Rp7,8 miliar, Persiba Bantul tidak terpengaruh
Dengan url
https://golseru.blogspot.com/2013/01/belanja-dibatasi-rp78-miliar-persiba.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Belanja dibatasi Rp7,8 miliar, Persiba Bantul tidak terpengaruh
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Belanja dibatasi Rp7,8 miliar, Persiba Bantul tidak terpengaruh
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar