Boateng mengatakan itu saat berbicara pada acara Geneva on the International Day for the Elimination of Racial Discrimination hari Kamis (21/3/2013) kemarin, terkait rasisme yang masih sering terjadi di sepakbola, dan ia pernah menjadi korbannya.
Pada Januari lalu pemain blasteran Ghana-Jerman itu mendapat olok-olok bernada rasis dari penonton di sebuah laga persahabatan AC Milan, dan ia memutuskan keluar dari lapangan saat itu juga. Tindakan Boateng diikuti oleh rekan-rekannya.
"Kalau sepakbola bisa lebih multikultural, maka harus lebih banyak orang dan negara yang terlibat di dalamnya, dan itu akan membantu," ucap Boateng dikutip BBC.
"Mari berharap, semoga segera ada seorang (Jose) Mourinho hitam dan (Pep) Guardiola dari Pakistan," sambungnya merujuk pada pelatih Real Madrid Mourinho dan eks manajer Barcelona Guardiola.
Perubahan drastis lain menurutnya adalah, harus ada hukuman yang lebih berat untuk pemain-pemain yang melakukan tindakan rasis. Kalau perlu, klub harus memecat pemain tersebut.
"Seorang pemain yang melakukan kesalahan, yang rasis, tak boleh bermain lagi untuk klubnya atau negaranya," cetus pemain berusia 26 tahun itu.
"Masalah ini menyakitkan dan saya rasa inilah cara yang tepat. Harus tegas, sangat keras, dan menjelaskan semuanya. Uang tidak terlalu menyakitkan, itu bukan soal yang bisa melukai Anda begitu dalam."
(dtc/a2s) Sumber: detiksport
Anda sedang membaca artikel tentang
Boateng Berharap Ada Mourinho Hitam dan Guardiola dari Pakistan
Dengan url
https://golseru.blogspot.com/2013/03/boateng-berharap-ada-mourinho-hitam-dan.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Boateng Berharap Ada Mourinho Hitam dan Guardiola dari Pakistan
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Boateng Berharap Ada Mourinho Hitam dan Guardiola dari Pakistan
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar