JAKARTA – Belum juga di mulai, gelaran Piala Dunia telah memakan korban. Stadion yang tengah dalam proses penyelesaian di kota Sao Paolo tiba-tiba tertimpa tower crane. Musibah tersebut menewaskan 2 orang dan beberapa lainnya cedera.
Tragedi tersebut terjadi pada hari Rabu (27 nov) malam waktu setempat. Saat bagian terakhir atap tengah diangkat untuk dipasang tiba-tiba tower crane yang mengakut patah.
Satu korban meninggal ditempat saat crane raksasa, yang diklaim sebagai yang terbesar di Brasil menimpa truk yang tengah ditumpanginya. Operator crane sendiri mengalami cedera serius dan masih terjebak di dalam puing. Sampai berita diturunkan tim SAR masih berusaha mengeluarkan tubuh operator crane tersebut.
Beberapa dari 1600 pekerja mengatakan kalau mereka dalam tekanan hebat untuk menyelesaikan stadion bernilai 300 juta poundsterling itu tepat waktu.
"Itu adalah bagian terakhir dari atap yang akan dipasang ditampatnya. Satu hal yang pasti, kami ada dalam tekanan yang hebat," uajr salah seorang pekerja yang tak mau disebut namanya.
Pekerja lain, Jos Rio da Silva (48 tahun) mengatakan kalau tragedi itu terjadi di siang hari jelas akan memakan korban nyawa jauh lebih banyak.
"Saya selalu berjalan dibawah crane tersebut untuk makan siang. Jika kejadiannya siang hari akan lebih banyak orang yang meninggal. Saya pun mungkin telah mati."
Saat ini masih ada 6 stadion yang berpacu dengan waktu. Stadion-stadion tersebut plus enam lainnya harus sudah selesai pada tanggal 31 Desember, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh FIFA.
Kejadian ini dikhawatirkan akan membuat pekerjaan tertunda dan mereka tak mampu selesai tepat waktu.
Anda sedang membaca artikel tentang
Stadion Untuk Piala Dunia Tertimpa Crane, 2 Tewas
Dengan url
https://golseru.blogspot.com/2013/11/stadion-untuk-piala-dunia-tertimpa.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Stadion Untuk Piala Dunia Tertimpa Crane, 2 Tewas
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Stadion Untuk Piala Dunia Tertimpa Crane, 2 Tewas
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar